Senin, 09 Februari 2009

Indosat Hadirkan Kembali Program Poin Plus Plus tahun 2009 dengan Berbagai Tambahan Hadiah dan Manfaat

PT Indosat Tbk. hari ini kembali meluncurkan Program Poin Plus Plus, sebagai program apresiasi di tahun 2009 untuk seluruh pelanggan Indosat, baik yang menggunakan kartu Pascabayar (Matrix, StarOne) maupun kartu Prabayar (Mentari, IM3, StarOne), melalui mekanisme pengumpulan poin yang didasarkan atas pemakaian atau isi ulang pulsa dan lamanya berlangganan.

“Program Poin Plus Plus yang kali ini bertema “always plus plus” terus kami lanjutkan di tahun 2009 sejak diluncurkan pada Agustus 2006 lalu, sebagai wujud apresiasi dan terima kasih kami atas kesetiaan pelanggan dalam menggunakan produk-produk Indosat,” jelas Gunung , Direktur Marketing Indosat. “Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan, dengan cara melahirkan layanan yang inov
atif, program menarik, dan bermanfaat bagi pelanggan”.

Mekanisme pengumpulan poin di program ini sangat mudah. Bagi pelanggan paskabayar (Matrix dan StarOne) poin yang didapatkan adalah berdasarkan jumlah tagihan. Sementara bagi pelanggan prabayar (Mentari, IM3, Jagoan) poin didapatkan dari setiap isi ulang pulsa. Semakin lama berlangganan, akan semakin untung.

Hadiah atau reward yang diberikan dalam program ini terdiri dari hadiah langsung dan hadiah undian. Hadiah langsung terbagi menjadi hadiah layanan Indosat dan hadiah layanan non Indosat. Layanan Indosat sebagai hadiah diberikan dalam bentuk redemption seperti pulsa yang berupa diskon tagihan (untuk paskabayar) dan pulsa (untuk prabayar) serta non-pulsa berupa sms dan i-ring. Hadiah non layanan Indosat berupa barang-barang elektronik, voucher diskon, voucher belanja, milleage Garuda (GFF), dan sebagainya. Sementara itu hadiah undian berupa mobil Jaguar, paket wisata, voucher belanja, dan lain-lain.

Berbeda dengan tahun 2008, program Poin Plus Plus tahun 2009 ini memberikan berbagai manfaat lebih baik dari sisi hadiah langsung maupun hadiah undian. Manfaat lebih dari hadiah langsung dinberikan dalam bentuk seperti free call, tambahan masa aktif dan penambahan poin yaitu 1000 poin untuk pelanggan baru. Untuk hadiah undian, selain mobil Jaguar yang selama ini diberikan sebagai hadiah utama, juga terdapat hadiah wisata keliling dunia yaitu ke Karibia dan Mediterania dengan menggunakan kapal pesiar (cruise ship). Hadiah paket wisata ini berlaku untuk 1 keluarga dengan jumlah maksimal 4 orang.

Khusus untuk hadiah undian, mekanisme untuk mengikuti program pengundian di setiap periodenya adalah berdasarkan sisa poin yang dimiliki oleh pelanggan yang akan dikonversikan menjadi nomor undian (bukan berdasarkan no telepon/MSISDN) dan pelanggan yang mempunyai nomor undian akan otomatis diikutkan dalam proses pengundian.

Manfaat plus lain dari program ini adalah TRANSFER POIN Plus Plus. Pelanggan dapat mentransfer poinnya untuk pelanggan lain sehingga nilai tukar poin bisa lebih banyak dan lebih cepat ditransaksikan. Layanan ini sementara baru berlaku untuk Mentari dan IM3; dan transfer bisa dilakukan ke sesama brand (Mentari/Mentari atau IM3/IM3). Caranya, ketik TPOINNo HP TujuanJumlah Poin yang akan ditransfer.

Sementara manfaat plus berikutnya adalah penukaran poin menjadi mileage Garuda Frequent Flyer, yang berlakun untuk pelanggan matrix yang sudah menjadi anggota GFF. Program khusus ini merupakan hasil kerjasama dengan Garuda Air Lines. Dengan profil pelanggan Matrix yang pebisnis, kerjasama ini diharapkan bisa memberi nilai lebih begi pelanggan Matrix.

Hadiah-hadiah yang akan diundi setiap periode Poin++ ditahun 2009 ini, selain mobil Jaguar diberikan juga hadiah-hadiah yang lebih menarik lagi, yaitu berupa :

- Berlibur ke Mediterania untuk 1orang pemenang

- Berlibur ke Karibian untuk 1orang pemenang

- Motor 10 buah untuk 10 pemenang

- Blackberry 20 buah untuk 20 pemenang

- Blackberry 20 buah untuk 20 pemenang

- Pulsa Rp. 100 ribu untuk 200 orang pemenang. (jowL)


Kamis, 05 Februari 2009

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (3-Habis)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (3-Habis)

Cigunung, Sepi Desanya, Sepi Berita, Sepi Bantuan

Didampingi kakaknya yang tertelanjang dada, Usman, pemuda desa yang berparas sepertu Ustadz itu menemui Jumadi dan Artha, tim Indosat yang mencapai lokasi bencana sore itu. Di atas tanah bekas bangunan yang sudah rata dengan tanah karena tertimpa longsor pada bencana yang menimpa dusun mereka Selasa lalu, Usman bercerita tentang dusun tempat tinggalnya itu.

Berada di puncak bukit di salah satu Gunung Gajah, Brebes bagian selatan, desa tempat tinggalnya memang termasuk sepi. Dari kurang lebih 110 kepala keluarga, sebagian besar pemuda-pemudinya telah merantau ke kota Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya untuk mencari kerja.

Untuk mencapai kantor lurah saja, warga dusun ini harus menuruni bukit melewati jalann kecil yang berada di pinggir sungai yang namanya sama dengan nama desanya itu. Jika malam tiba dipastikan hanya cahaya bulan yang menjadi penerangannya.

Anak-anak dusun ini juga menempuh jalan yang sama untuk mencapai sekolah dasar yang terletak di pusat desa. Sebuah gambaran kesunyian yang terasa sampai relung hati.. Lukisan perjuangan yang menggugah jiwa.

Dan kesunyian semakin terasa ketika desa ini tertimpa bencana, sampai hari ketiga setelah kejadian, desa ini sepi dari pemberitaan. Memang banyak berita yang mengisi media lokal tentang terjadinya bencana di salah pinggiran wilayah Kabupaten Brebes yang terkenal dengan hasil bumi dan telur asin ini, namun hampir tidak ada yang mengulas kondisi desa ini. Dan sepinya berita menjadikan warga desa ini harus bersabar karena sepinya bantuan yang datang.

Hingga datang bantuan dari 2 buah parpol yang datang, bahkan salah satunya mengerahkan puluhan anggotanya untuk membantu mengangkat puing-puing rumah yang hancur dan membawa bantuan logistik. Disusul kemudian Indosat dan PKPU yang langsung menuju ke lokasi bencana meskipun harus menempuh jalan panjang yang berliku.

Kita berharap setelah ini pemerintah daerah setempat, para dermawan dan kita semua memberikan perhatian yang lebih kepada warga yang tertimpa bencana.

Selain Cigunung, masih ada desa Telaga yang bahkan sebagian besar warganya mengungsi dan kehilangan rumah, masih ada desa Pawenangan dan desa-desa lain yang membutuhkan uluran tangan kita semua. (js)

Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (2)

Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling

Untuk menjangkau sampai ke lokasi bencana di dusun Cigunung, desa banjarsari, Bantarkawung, Kabupaten Brebes, tim Indosat yang berangkat dari Tegal menempuh jarak total 100 km dengan waktu tempuh lebih dari 4 jam. Satu jam diantaranya harus ditempuh dengan mendaki menggunakan motor trail.

Berangkat bersama dari Tegal menempuh jalan darat kemudian transit di Bumiayu untuk belanja logistik. Di pasar Bumiayu, tim Indosat-PKPU yang dikomandoi Jumadi, Dept. Head Marketing Communication Indosat Cabang Tegal, membeli logistik untuk disumbangkan kepada korban bencana.

Selama 1 jam lebih harus berpindah dari toko ke toko untuk membeli barang kebutuhan. Didampingi Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi pemandu untuk mencapai lokasi. Supri, panggilan lelaki sederhana tersebut turun dari desanya untuk menjemput tim relawan di Bumiayu.

Setelah mendapatkan logistik yang dibutuhkan, bahan makanan dan peralatan yang berupa beras sebanyak 5 kwintal, minyak sayur, kecap, senter dan perlengkapan lain itu dimuat dalam sebuah mobil angkutan kota untuk dibawa ke desa Banjarsari yang berjarak kurang lebih 30 km.

Dari desa Banjarsari, mobil tidak bisa menjangkau lokasi. Logistik dibawa menggunakan motor trail yang disewa dari beberapa pemuda di desa sekitar. Jumadi dan tim menempuh jarak kurang lebih 5 km dengan ketinggian 600 meter dpl. Melewati jalan sempit licin dan berbatu terjal, mendaki tebing curam, menyeberang sungai dan berkali-kali harus turun dari motor dan mendorong motor agar bisa menanjak.

Belum cukup perjuangan tim Indosat-PKPU menuju Cigunung. Berulang kali motor terpeleset, terguling dan harus memanggul logistik menuju jalan yang sedikit mendatar. Gerimis hujan menambah sulitnya menempuh jarak meunju lokasi.

Setelah berjibaku dengan lumpur hampir satu jam lamanya, tim mencapai dusun Cigunung. Daerah lereng bukit di sisi Gunung Gajah itu dihuni oleh sekitar 110 kk. Beberapa rumah yampak rata dengan tanah. Puluhan lainnya retak-retak dan beberapa lagi tertimbun tanah di bagian belakang rumahnya.

Setelah menyerahkan bantuan kepada warga, menyampaikan empati dan berbincang-bincang dengan warga beberapa saat, tim Indosat tidak bisa berlama-lama di lokasi. Waktu yang sudah hampir gelap, kabut yang mulai menyelimuti desa, memaksa Jumadi dan tim untuk turun kembali ke Banjarsari. Seperti saat berangkat, ketika turun juga mengalami hal yang sama. Beberapa kali motor yang dinaiki Jumadi dna Artha tergelincir dan memaksa mereka haru berkubang dengan lumpur.

Sebuah perjuangan hanya untuk menunjukkan sebuah kepedulian. Sebuah semngat yang sudah mulai memudar dan patut untuk dipupuk kembali dari sekarang. Indosat kembali menujukkan kepedulian, semangat untuk berbagi. (js)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (1)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (1)

Indosat bersama PKPU serahkan bantuan pangan langsung ke lokasi


Begitu membaca berita terjadinyabencana tanah longsor di kecamatan Bantarkawung, tim Indosat peduli meluncur ke lokasi bencana membawa bantuan yang dikumpulkan dari karyawan-karyawati Indosat. Bersama tim Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) yang juga membawa bantuan logistik dari beberapa pihak, tim Indosat langsung menyerahkan ke lokasi bencana. Laporan dari lokasi akan ditulis dalam beberapa tulisan.

Hari Selasa dini hari adalah hari yang membawa duka bagi warga dusun Cigunung, desa Banjarsari, kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Bencana tanah longsor yang menimpa dusun itu membuat keluarga Muhidin (50) yang rumahnya hancur rata dengan tanah. Begitu pula yang menimpa 5 rumah lain di dusun itu. Masih ada puluhan rumah lainnya yang retak-retak. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudara-saudaranya yang lokasinya ada di bawahnya.

Dusun Cigunung hanya salah satu lokasi dari 7 lokasi bencana tanah longsor yang menimpa kecamatan Bantarkawung. Masih ada 6 lokasi lain yang sama. Total di kecamatan ini, ada lebih dari 20 rumah rata dengan tanah dan ratusan lainnya rusak parah. Bahkan di desa Telaga hampir seluruh warganya mengungsi. Menurut camat setempat seperti yang direlease media, ada 1.072 warga yang mengungsi.

Tim Indosat dipimpin oleh Dept. Head Marketing Communication, Jumadi bersama Head of Bumiayu Reps, Aris Sulistyawan dan Manager PKPU Tegal, Yusuf Sutanto didampingi beberapa staf Indosat dan PKPU membawa bantuan logistik yang terdiri dari 5 kwintal beras, minyak sayur, kecap, sabun, senter dan peralatan lain yang dibutuhkan warga setempat. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai 5 juta rupiah.

Lokasi bencana, dusun Cigunung sendiri terletak kurang lebih 90 km dari pusat Kabupaten Brebes ke arah selatan, atau kalau dari Bumiayu kuranglebih 30 km. Namun jarak tempuh cukup lama mengingat daerah yang berada di pegunungan. Kendaraan hanya bisa sampai ke desa Banjarsari. Untuk menuju ke Cigunung harus ditempuh dengan jalan kaki atau naik motor jenis trail. Membutuhkan waktu 1,5 jam dari Bumiayu untuk mencapai lokasi bencana.

Bencana tanah longsor ini sendiri terjadi pada hari Selasa (3/2) pagi hari. Meskipun kerusakan yang menimpa warga cukup parah, namun belum banyak bantuan yang diterima warga. Mungkin disebabkan lokasi bencana yang sangat jauh. Dari keterangan warga yang ditemui Jumadi, bantuan yang datang baru dari Indosat - pkpu dan 2 parpol yang hari itu juga datang ke lokasi.

Lurah Banjarsari, AZ Muttaqin menyatakan sangat berterima kasih kepada Indosat dan PKPU yang telah memberikan bantuan yang sangat berharga untuk warganya yang tertimpa musibah.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tulus, semoga amal dari bapak-bapak dan para dermawan mendapat ganti yang lebih baik. Kami sangat terbantu dengan apa yang bapa-bapak berikan kepada kami.” Ungkap Lurah yang tidak tampak lelah meskipun harus mengurusi warganya yang tertimpa bencana.

Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi penunjuk jalan, bahkan rela menjemput rombongan ke Bumiayu dan membawa logistik ke lokasi bencana, juga menampakkan wajah berseri ketika menerima bantuan yang harus dibawa dengan angkot dari Bumiayu ke Banjarsari.

Dalam releasenya, Jumadi atas nama manajemen Indosat menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

Sedangkan Yusuf Sutanto menyatakan bahwa PKPU selalu berusaha menyampaikan amanah yang ditipkan oleh para muzakki dan dermawan yang menitipkan kepada lembaga yang dipimpinnya. Sesuai dengan program PKPU, salah satunya resque dan rehabilitasi.

Bersama-sama warga, tim Indosat dan PKPU membawa logistik menuju lokasi dengan membawa motor trail. Berkali-kali motor terjungkal karena jalan setapak yang dilalui sangat licin dan berbatu. Berulang kali karung berisi beras harus dipanggul untuk menaiki bukit lalu dibawa lagi dengan motor setelah jalannya bisa dilalui motor.

Meskipun harus bersusah payah, Indosat dan PKPU telah berusaha menunjukkan empati bagi sesama yang tertimpa bencana. Semoga yang sedikit mampu membangkitkan semangat peduli dan berbagi. (js)

Indosat Serahkan Beasiswa dan Buku Sekolah senilai 35 Juta

Sebagai wujud kepedualian Indosat dalam bidang pendidikan, beberapa waktu lalu, Indosat cabang Tegal menyerahlan bantuan berupa beasiswa, buku tulis dan buku pelajaran untuk pelajar kurang mampu di Pemalang, Jawa Tengah. Siswa-siswi tersebut mulai dari SD-SLTA di beberapa kecamatan di wilayah Pemalan, seperti Moga, Bantarbolang, Taman, Beji dna Ulujami.

Acara yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Pemalang tersebut dipusatkan di Desa Jebed Utara Kec. Taman Kab. Pemalang, pada tanggal 27 Desember 2008. Gunung Hari Widodo selaku Head of Tegal Branch didampingi M. Amin Djohar yang mewakili ZIS Indosat tampak berkenan menyerahkan bantuan kepada perwakilan yang dari masing-masing sekolah. Bertempat di kantor kelurahan Jebed Utara, acara ini dihadiri oleh para pengurus MUI, Lurah dan perwakilan kecamatan.

"Ini adalah wujud kepedulian Indosat dalam bidang pendidikan. Sebagai wujud tangganungjawab sosial perusahaan." ujar Gunung dalam sambutannya di hadapan para siswa, guru dan tamu yang memenuhi aula kantor kelurahan. Total beasiswa yang diserahkan mencapai 25 juta rupiah, buku tulis senilai 5 juta dan buku pelajaran senilai 5 juta.

Indosat memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksankan dalam 4 payung program yakni Indonesia Belajar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau dan Peran Serta dalam Pemanfaatan Energi Alternatif. Program pemberian beasiswa pendidikan dan buku pelajaran merupakan bagian dari Indonesia Belajar.

Tampak wajah-wajah berseri dengan secercah harapan untuk melanjutkan sekolah. Cakrawala membentang di langit menyimpan harapan untuk meraih masa depan. Semoga dengan bantuan ini para siswa di Pemalang lebih bersemangat menggapai cita-cita.