Tampilkan postingan dengan label indosat peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indosat peduli. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

Mobil Klinik Untuk Masyarakat

Tegal, 21 Februari 2011 – Selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu lalu (19 dan 20 Februari 2011), Mobil Klinik Indosat (Monik) kembali mendatangi Kecamatan Bumijawa dan Bojong, Kabupaten tegal. Pada hari Sabtu (19/2) pengobatan gratis beraksi untuk warga desa Bumijawa. Acara dihadiri sekitar 100 orang pasien yang terdiri dari ibu hamil, balita, orang dewasa serta manula, bertempat di Pondok Pesantren Islahul Ihsan.

Monik hadir melalui kerjasama Indosat, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Tegal serta Forum Komunikasi Mahasiswa Masyarakat (Forkommat) Tegal. Tak lupa pula dukungan dari tim dokter yang direkrut oleh BSMI untuk mengobati pasien-pasien tersebut.

“Kami harap pengobatan ini bisa menjangkau seluruh aspek kondisi sosial sehingga kesehatan masyarakat dapat terpenuhi. Kegiatan bertajuk Monik ini dibatasi hanya 100 orang saja, dimana BSMI dan Forkommat sudah memberikan jatah kuponnya, sehingga acara bisa berlangsung dengan kondusif.” kata Nurkholis, Head of Tegal Branch.
Dibatasinya peserta sejumlah 100 orang ini dibuat sesuai dengan kapasitas obat dan juga tenaga jasa dokter yang juga memiliki kesibukan di rumah sakit.

Di hari berikutnya (20/2), tim Monik kembali menggelar aksi pengobatan di Pondok Pesantren Al Umariyah, desa Gunung Jati Kecamatan Bojong. Dengan melewati jalur pedesaan yang cukup terjal, Monik berhasil melayani 100 pasien sesuai kuota hingga tengah hari. Tidak ada hambatan yang terjadi, antusiasme warga justru terlihat jelas dengan antrian panjang peserta sebelum acara dimulai.

KH. Ali Mahfud, pengasuh Pondok Pesantren Al Umariyah mengaku senang Indosat bisa menjangkau pesantrennya, “Terima kasih kepada Indosat, BSMI dan Forkommat sehingga warga kami dapat berobat dengan gratis dan mengharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.”. Ali juga mengharapkan bentuk bantuan social untuk siswa pesantren dalam bentuk barang.

“Masih ada delapan agenda Monik sampai bulan Maret mendatang. Setelah itu akan dibuat jadwal lagi yang akan mendatangi masyarakat setiap minggu atau dua minggu. Kesehatan adalah anugerah dari Tuhan untuk manusia, sehingga kita harus mengutamakannya.” tutup Nurkholis sembari tersenyum.

Jumat, 17 April 2009

MONIK INDOSAT RAMBAH TEMBELANG GUNUNG



Tegal, 15 April 2009 - Masih dalam rangka pelaksanaan program Indosat Cinta Indonesia yang salah satunya adalah Indonesia sehat, bertempat di Balai Kelurahan Tembelang Gunung kecamatan Lebak Barang Kabupaten Pekalongan diselenggarakan kegiatan bakti social berupa pengobatan gratis menggunakan mobil klinik Indosat yang merupakan kerjasama antara Indosat cabang Tegal dan BSMI Tegal.

“Acara pengobatan gratis ini merupakan salah satu usaha Indosat untuk meringankan beban masyarakat desa yang sangat minim fasilitas kesehatan. Selain pengobatan bagi yang sakit, di dalamnya terdapat juga pemeriksaan ibu hamil dan penimbangan balita. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Indosat dan BSMI dalam rangka bakti sosial di dusun Tembelang Gunung kelurahan Tembelang Gunung kecamatan Lebak Barang Kabupaten Pekalongan,” Gunung Hari Widodo Kepala Cabang Tegal menjelaskan.


Kegiatan pengobatan gratis ini disambut dengan sangat antusias dan penuh rasa terima kasih khususnya oleh penduduk di desa Tembelang Gunung karena selama ini mereka cukup kesulitan jika menderita sakit mengingat lokasi desa cukup jauh dari puskesmas setempat yaitu sekitar 7 kilometer dengan medan yang cukup sulit untuk dilewati, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.


Pada kegiatan tersebut, sebanyak lebih dari 200 penduduk datang untuk berobat Banyak penduduk yang mengeluhkan sakit kepala, batuk, dan pegal – pegal sebagai penyakit mereka. Meskipun tidak ada balita yang menderita gizi buruk tim Indosat tetap memberikan makanan tambahan sebagai sarana untuk perbaikan gizi mereka.

“Kegiatan pengobatan gratis ini tidak akan berhenti sampai disini saja. Setelah sebelumnya diadakan di kecamatan Tonjong kabupaten Brebes, kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal, dan kali ini di kecamatan Tembelang Gunung, kegiatan ini selanjutnya akan kami selenggarakan kembali di kurang lebih 10 lokasi yang meliputi wilayah cabang Tegal mulai dari kabupaten Brebes, kodya dan kabupaten Tegal, kabupaten Pemalang, kodya dan kabupaten Pekalongan, serta kabupaten Batang. Kami harap, kegiatan seperti ini akan semakin mendekatkan kami dengan masyarakat wilayah cabang Tegal pada umumnya dan pelanggan Indosat pada khususnya, sehingga akan terjalin keintiman dan kerjasama yang baik pada saat ini hingga masa yang akan datang,” Gunung menutup pembicaraan (jowL)

Selasa, 14 April 2009

PENYERAHAN BANTUAN ATAS MUSIBAH KEBAKARAN OUTLET AMANAH CELL – INDOSAT REPS PEKALONGAN


Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 4 Maret 2009 terjadi musibah kebakaran yang menimpa Amanah Cell, yaitu salah satu outlet yang berada di Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan. Mendengar kabar tersebut, Indosat melalui team OST (Outlet Support Team) segera meninjau lokasi kejadian. Dari lokasi, terlihat bahwa kerusakan cukup parah terjadi, terutama bangunan bagian belakang yang menjadi tempat tinggal keluarga pemilik outlet tersebut, yang tinggal menjadi puing-puing.

Namun, meski terjadi musibah, puji syukur masih tetap harus diucapkan karena kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa. Seluruh anggota keluarga berada dalam keadaan selamat, tanpa mengalami luka. Bangunan bagian depan yang dijadikan sebagai counter juga tidak rusak parah dan sebagian besar barang dagangan berhasil diselamatkan.

Beberapa hari berikutnya, team Indosat kembali lagi ke lokasi untuk memberikan bantuan, akan tetapi bangunan outlet tersebut telah kosong ditinggalkan penghuninya. Ternyata untuk sementara, penghuni beserta seluruh keluarga mengungsi ke luar kota, ke kampung halamannya di Yogyakarta.

Akhirnya, kurang lebih 2 minggu kemudian keluarga tersebut kembali lagi ke outletnya untuk meneruskan usahanya dengan semangat baru dan tanpa putus asa. Team Indosat Pekalongan Reps segera mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian Indosat terhadap outlet. Pada kesempatan itu, bantuan diberikan langsung oleh Bapak Cok Mahendra selaku Head of Indosat Pekalongan Reps. Bantuan berupa paket SP Mentari dan IM3 serta voucher senilai Rp 500.000,-. Selain bantuan tersebut, tak lupa team Indosat Pekalongan juga melakukan branding di outlet tersebut agar segera kembali bersinar di mata pelanggan. Meskipun nominal bantuan tidak terlalu besar dibandingkan dengan kerugian yang ditanggung outlet, namun diharapkan niat baik dan kepedulian Indosat dapat memberikan arti bagi outlet yang bukan hanya sekedar mitra, namun sudah menjadi sahabat dan keluarga Indosat (Daning)

Rabu, 01 April 2009

SMS DONASI PELANGGAN INDOSAT UNTUK SITU GINTUNG

Partisipasi Pelanggan Ringankan Beban Korban Bencana



Jakarta, 31 Maret 2009 – Setelah melaksanakan beberapa aksi sosial melalui penyediaan telepon gratis dan layanan kesehatan cuma-cuma, Indosat kini mengajak pelanggannya untuk berpartisipasi meringankan beban korban bencana tanggul jebol Situ Gintung melalui program SMS Donasi. Dalam program SMS Donasi ini, pelanggan Indosat dapat memberikan donasi dengan cara mudah, yaitu ketik SG dan kirim ke 5000, secara otomatis pulsa pelanggan terpotong senilai Rp 5000 sebagai bentuk partisipasi terhadap program ini. Bila ingin memberikan nilai donasi lebih, pelanggan tinggal mengulang pengiriman SMS sesuai dengan nilai yang diinginkan. Dana yang terkumpul akan diberikan kepada para korban yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan mereka pasca bencana.

“Kami berkomitmen untuk membantu para korban bencana di Situ Gintung, dan melalui SMS Donasi ini kami memberikan kesempatan dan mengajak para pelanggan Indosat yang ingin turut berbagi, membantu meringankan beban korban bencana. Nantinya hasil dari SMS Donasi ini akan digunakan untuk membantu memperbaiki sarana pendidikan dan ibadah yang rusak paska bencana di daerah Situ Gintung”, demikian Adita Irawati, Division Head Public Relations Indosat menjelaskan.

Program SMS donasi ini akan berlangsung mulai 1 April 2009 sampai dengan 30 April 2009 bagi pelanggan kartu Matrix, Mentari dan IM3. Hasil SMS Donasi yang terkumpul antara lain akan diserahkan kepada sekolah-sekolah dan masjid/musholla di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Indosat telah menyediakan sarana telekomunikasi gratis dan mengirimkan Mobil Klinik Sehat Keliling Indosat ke daerah bencana untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi para korban sejak Jum’at (27/03) hingga saat ini. Khusus pengoperasioan mobil klinik dilakukan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Republika (DDR).

Sarana telepon gratis di sediakan di 2 tempat yaitu di Posko Utama di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan di Posko Layanan Sehat Indosat dan DDR di dekat lokasi tanggul jebol. Selain itu Indosat juga telah menyerahkan perangkat telekomunikasi / handset gratis lengkap dengan kartu dan pulsa kepada 2 posko pengungsian yaitu posko pengungsian RW 2 dan RW 8, sehingga masyarakat para pengungsi di 2 posko ini bisa juga menikmati layanan telekomunikasi gratis. Semua sarana telekomunikasi gratis tersebut telah dimanfaatkan dengan baik dan cukup membantu kebutuhan komunikasi, baik masyarakat/pengungsi dan juga para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi dan pertolongan.

Selain itu, untuk evakuasi di lokasi bencana, tim SAR Indosat telah mendirikan 3 tenda pengungsian sebagai tempat tinggal sementara bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Hingga saat ini, tim Indosat di lapangan terus memantau kebutuhan prioritas para korban.

“Indosat akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah bencana, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai salah satu wujud komitmen kepedulian sosial yang selama ini telah aktif dilakukan. Kami berharap apa yang telah kami lakukan dapat meringankan masyarakat yang menjadi korban. ”, ujar Adita Irawati (jowL)

PENGOBATAN GRATIS BAGI MASYARAKAT BUMIJAWA

DARI INDOSAT & IKATAN MAHASISWA TEGAL IAIN WALOSONGO



Tegal, 27 Maret 2009 – Sesuai dengan pencanangan program Indosat Cinta Indonesia yang salah satunya adalah program Indonesia Sehat, pada tanggal 25 Maret 2009 bertempat di pesantren Attolibi desa Mobok Karsih kelurahan Muncang
Larang kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal diselenggrakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis menggunakan mobil klinik Indosat yang merupakan kerjasama antara Indosat Cabang Tegal, BSMI Tegal, dan Ikatan Mahasiswa Tegal IAIN Walisongo Semarang.

“Acara pengobatan gratis ini – yang didalamnya terdapat juga pemeriksaan ibu hamil dan penimbangan balita – dilaksanakan dalam rangka bakti sosial di desa Mobok Karsih kelurahan Muncang Larang kecamatan Bumijawa yang diadakan oleh rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Tegal IAIN Walisongo bekerja sama dengan mobil klinik Indosat dan BSMI,” Gunung Hari Widodo Kepala Cabang Tegal menjelaskan.

Kegiatan pengobatan gratis ini disambut dengan sangat antusias dan penuh rasa terima kasih khususnya oleh penduduk di desa Mobok Karsih karena selama ini mereka cukup kesulitan jika menderita sakit mengingat lokasi desa cukup jauh dari puskesmas setempat.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak lebih dari 180 penduduk datang untuk berobat, 13 ibu hamil datang untuk memeriksakan kehamilannya, dan lebih dari 130 balita datang untuk ditimbang dan diberikan makanan tambahan. Di antara balita yang hadir, terdapat 4 balita yang termasuk dalam kategori penderita gizi buruk yang selain diberikan makanan tambahan juga diberikan susu sebagai sarana untuk perbaikan gizinya.

Selain pengobatan gratis, kegiatan lainnya yang juga akan dilaksanakan selama periode program bakti sosial ini dari tanggal 25 – 29 Maret 2009 adalah pengajian akbar, bazaar, dan penghijauan dengan penanaman bibit pohon mangga.

“Kegiatan pengobatan gratis ini tidak akan berhenti sampai disini saja. Setelah sebelumnya diadakan di kecamatan Tonjong kabupaten Brebes, lalu sekarang di kecamatan Bumijawa, selanjutnya akan kami selenggarakan kembali pengobatan gratis ini di kurang lebih 10 lokasi yang meliputi wilayah cabang Tegal mulai dari kabupaten Brebes, kodya dan kabupaten Tegal, kabupaten Pemalang, kodya dan kabupaten Pekalongan, serta kabupaten Batang. Kami harap, kegiatan seperti ini akan semakin mendekatkan kami dengan masyarakat wilayah cabang Tegal pada umumnya dan pelanggan Indosat pada khususnya, sehingga akan terjalin keintiman dan kerjasama yang baik pada saat ini hingga masa yang akan datang,” Gunung menutup pembicaraan (Santi)

Kamis, 05 Februari 2009

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (3-Habis)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (3-Habis)

Cigunung, Sepi Desanya, Sepi Berita, Sepi Bantuan

Didampingi kakaknya yang tertelanjang dada, Usman, pemuda desa yang berparas sepertu Ustadz itu menemui Jumadi dan Artha, tim Indosat yang mencapai lokasi bencana sore itu. Di atas tanah bekas bangunan yang sudah rata dengan tanah karena tertimpa longsor pada bencana yang menimpa dusun mereka Selasa lalu, Usman bercerita tentang dusun tempat tinggalnya itu.

Berada di puncak bukit di salah satu Gunung Gajah, Brebes bagian selatan, desa tempat tinggalnya memang termasuk sepi. Dari kurang lebih 110 kepala keluarga, sebagian besar pemuda-pemudinya telah merantau ke kota Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya untuk mencari kerja.

Untuk mencapai kantor lurah saja, warga dusun ini harus menuruni bukit melewati jalann kecil yang berada di pinggir sungai yang namanya sama dengan nama desanya itu. Jika malam tiba dipastikan hanya cahaya bulan yang menjadi penerangannya.

Anak-anak dusun ini juga menempuh jalan yang sama untuk mencapai sekolah dasar yang terletak di pusat desa. Sebuah gambaran kesunyian yang terasa sampai relung hati.. Lukisan perjuangan yang menggugah jiwa.

Dan kesunyian semakin terasa ketika desa ini tertimpa bencana, sampai hari ketiga setelah kejadian, desa ini sepi dari pemberitaan. Memang banyak berita yang mengisi media lokal tentang terjadinya bencana di salah pinggiran wilayah Kabupaten Brebes yang terkenal dengan hasil bumi dan telur asin ini, namun hampir tidak ada yang mengulas kondisi desa ini. Dan sepinya berita menjadikan warga desa ini harus bersabar karena sepinya bantuan yang datang.

Hingga datang bantuan dari 2 buah parpol yang datang, bahkan salah satunya mengerahkan puluhan anggotanya untuk membantu mengangkat puing-puing rumah yang hancur dan membawa bantuan logistik. Disusul kemudian Indosat dan PKPU yang langsung menuju ke lokasi bencana meskipun harus menempuh jalan panjang yang berliku.

Kita berharap setelah ini pemerintah daerah setempat, para dermawan dan kita semua memberikan perhatian yang lebih kepada warga yang tertimpa bencana.

Selain Cigunung, masih ada desa Telaga yang bahkan sebagian besar warganya mengungsi dan kehilangan rumah, masih ada desa Pawenangan dan desa-desa lain yang membutuhkan uluran tangan kita semua. (js)

Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (2)

Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling

Untuk menjangkau sampai ke lokasi bencana di dusun Cigunung, desa banjarsari, Bantarkawung, Kabupaten Brebes, tim Indosat yang berangkat dari Tegal menempuh jarak total 100 km dengan waktu tempuh lebih dari 4 jam. Satu jam diantaranya harus ditempuh dengan mendaki menggunakan motor trail.

Berangkat bersama dari Tegal menempuh jalan darat kemudian transit di Bumiayu untuk belanja logistik. Di pasar Bumiayu, tim Indosat-PKPU yang dikomandoi Jumadi, Dept. Head Marketing Communication Indosat Cabang Tegal, membeli logistik untuk disumbangkan kepada korban bencana.

Selama 1 jam lebih harus berpindah dari toko ke toko untuk membeli barang kebutuhan. Didampingi Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi pemandu untuk mencapai lokasi. Supri, panggilan lelaki sederhana tersebut turun dari desanya untuk menjemput tim relawan di Bumiayu.

Setelah mendapatkan logistik yang dibutuhkan, bahan makanan dan peralatan yang berupa beras sebanyak 5 kwintal, minyak sayur, kecap, senter dan perlengkapan lain itu dimuat dalam sebuah mobil angkutan kota untuk dibawa ke desa Banjarsari yang berjarak kurang lebih 30 km.

Dari desa Banjarsari, mobil tidak bisa menjangkau lokasi. Logistik dibawa menggunakan motor trail yang disewa dari beberapa pemuda di desa sekitar. Jumadi dan tim menempuh jarak kurang lebih 5 km dengan ketinggian 600 meter dpl. Melewati jalan sempit licin dan berbatu terjal, mendaki tebing curam, menyeberang sungai dan berkali-kali harus turun dari motor dan mendorong motor agar bisa menanjak.

Belum cukup perjuangan tim Indosat-PKPU menuju Cigunung. Berulang kali motor terpeleset, terguling dan harus memanggul logistik menuju jalan yang sedikit mendatar. Gerimis hujan menambah sulitnya menempuh jarak meunju lokasi.

Setelah berjibaku dengan lumpur hampir satu jam lamanya, tim mencapai dusun Cigunung. Daerah lereng bukit di sisi Gunung Gajah itu dihuni oleh sekitar 110 kk. Beberapa rumah yampak rata dengan tanah. Puluhan lainnya retak-retak dan beberapa lagi tertimbun tanah di bagian belakang rumahnya.

Setelah menyerahkan bantuan kepada warga, menyampaikan empati dan berbincang-bincang dengan warga beberapa saat, tim Indosat tidak bisa berlama-lama di lokasi. Waktu yang sudah hampir gelap, kabut yang mulai menyelimuti desa, memaksa Jumadi dan tim untuk turun kembali ke Banjarsari. Seperti saat berangkat, ketika turun juga mengalami hal yang sama. Beberapa kali motor yang dinaiki Jumadi dna Artha tergelincir dan memaksa mereka haru berkubang dengan lumpur.

Sebuah perjuangan hanya untuk menunjukkan sebuah kepedulian. Sebuah semngat yang sudah mulai memudar dan patut untuk dipupuk kembali dari sekarang. Indosat kembali menujukkan kepedulian, semangat untuk berbagi. (js)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (1)

Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (1)

Indosat bersama PKPU serahkan bantuan pangan langsung ke lokasi


Begitu membaca berita terjadinyabencana tanah longsor di kecamatan Bantarkawung, tim Indosat peduli meluncur ke lokasi bencana membawa bantuan yang dikumpulkan dari karyawan-karyawati Indosat. Bersama tim Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) yang juga membawa bantuan logistik dari beberapa pihak, tim Indosat langsung menyerahkan ke lokasi bencana. Laporan dari lokasi akan ditulis dalam beberapa tulisan.

Hari Selasa dini hari adalah hari yang membawa duka bagi warga dusun Cigunung, desa Banjarsari, kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Bencana tanah longsor yang menimpa dusun itu membuat keluarga Muhidin (50) yang rumahnya hancur rata dengan tanah. Begitu pula yang menimpa 5 rumah lain di dusun itu. Masih ada puluhan rumah lainnya yang retak-retak. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudara-saudaranya yang lokasinya ada di bawahnya.

Dusun Cigunung hanya salah satu lokasi dari 7 lokasi bencana tanah longsor yang menimpa kecamatan Bantarkawung. Masih ada 6 lokasi lain yang sama. Total di kecamatan ini, ada lebih dari 20 rumah rata dengan tanah dan ratusan lainnya rusak parah. Bahkan di desa Telaga hampir seluruh warganya mengungsi. Menurut camat setempat seperti yang direlease media, ada 1.072 warga yang mengungsi.

Tim Indosat dipimpin oleh Dept. Head Marketing Communication, Jumadi bersama Head of Bumiayu Reps, Aris Sulistyawan dan Manager PKPU Tegal, Yusuf Sutanto didampingi beberapa staf Indosat dan PKPU membawa bantuan logistik yang terdiri dari 5 kwintal beras, minyak sayur, kecap, sabun, senter dan peralatan lain yang dibutuhkan warga setempat. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai 5 juta rupiah.

Lokasi bencana, dusun Cigunung sendiri terletak kurang lebih 90 km dari pusat Kabupaten Brebes ke arah selatan, atau kalau dari Bumiayu kuranglebih 30 km. Namun jarak tempuh cukup lama mengingat daerah yang berada di pegunungan. Kendaraan hanya bisa sampai ke desa Banjarsari. Untuk menuju ke Cigunung harus ditempuh dengan jalan kaki atau naik motor jenis trail. Membutuhkan waktu 1,5 jam dari Bumiayu untuk mencapai lokasi bencana.

Bencana tanah longsor ini sendiri terjadi pada hari Selasa (3/2) pagi hari. Meskipun kerusakan yang menimpa warga cukup parah, namun belum banyak bantuan yang diterima warga. Mungkin disebabkan lokasi bencana yang sangat jauh. Dari keterangan warga yang ditemui Jumadi, bantuan yang datang baru dari Indosat - pkpu dan 2 parpol yang hari itu juga datang ke lokasi.

Lurah Banjarsari, AZ Muttaqin menyatakan sangat berterima kasih kepada Indosat dan PKPU yang telah memberikan bantuan yang sangat berharga untuk warganya yang tertimpa musibah.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tulus, semoga amal dari bapak-bapak dan para dermawan mendapat ganti yang lebih baik. Kami sangat terbantu dengan apa yang bapa-bapak berikan kepada kami.” Ungkap Lurah yang tidak tampak lelah meskipun harus mengurusi warganya yang tertimpa bencana.

Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi penunjuk jalan, bahkan rela menjemput rombongan ke Bumiayu dan membawa logistik ke lokasi bencana, juga menampakkan wajah berseri ketika menerima bantuan yang harus dibawa dengan angkot dari Bumiayu ke Banjarsari.

Dalam releasenya, Jumadi atas nama manajemen Indosat menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

Sedangkan Yusuf Sutanto menyatakan bahwa PKPU selalu berusaha menyampaikan amanah yang ditipkan oleh para muzakki dan dermawan yang menitipkan kepada lembaga yang dipimpinnya. Sesuai dengan program PKPU, salah satunya resque dan rehabilitasi.

Bersama-sama warga, tim Indosat dan PKPU membawa logistik menuju lokasi dengan membawa motor trail. Berkali-kali motor terjungkal karena jalan setapak yang dilalui sangat licin dan berbatu. Berulang kali karung berisi beras harus dipanggul untuk menaiki bukit lalu dibawa lagi dengan motor setelah jalannya bisa dilalui motor.

Meskipun harus bersusah payah, Indosat dan PKPU telah berusaha menunjukkan empati bagi sesama yang tertimpa bencana. Semoga yang sedikit mampu membangkitkan semangat peduli dan berbagi. (js)