Berbagai pertanyaan dan masukan yang di tujukan kepada Indosat dari beberapa siswa-siswi di SMU N 1 Bantarkawung mampu dikemas dengan rapi melalui Sosialisasi i-school yang diadakan pada Hari Jum'at, 27 Februari 2009 di akhir jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihak sekolah sangat antusias dalam menjalin kerjasama ini, khususnya sang Kepala Sekolah yang sangat mengharapkan dan mendukung adanya kerjasama seperti ini. “Kerjasama yang bisa saling menguntungkan satu sama lain serta bisa memajukan bidang pendidikan khusunya di bidang teknologi Informasi seperti inilah yang benar - benar bisa di harapkan oleh beberapa institusi pendidikan khususnya di SMU N 1 Bantarkawung ini " demikian sepengaal sambutan dari Bapak Bambang selaku Kepala Sekolah SMU N 1 Bantarkawung (A'am)
Senin, 02 Maret 2009
Community Seru di SMUN 1 Bantarkawung
Jumat, 20 Februari 2009
Indosat Bumiayu Gandeng SMK Ma'arif Tonjong
Putra - putri didik SMK Ma'arif Tonjong dan juga para staff guru terlihat sangat antusias dan khimad dalam mengikuti sosialisasi yang diberikan oleh team Marketing Communication dan Customer Service Indosat Bumiayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu pagi, 18 Februari 2009 seusai lonceng istirahat pertama berbunyi, sehingga bisa berjalan dengan lancar tanpa harus mengorbankan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Pada kegitan sosialisasi tersebut team i-shool Indosat Bumiayu menjelaskan berbagi keuntungan yang bisa didapat oleh para pelanggan IM3 yang sudah bergabung di i-shool, antara lain diskon tarif telepon hingga 25%. Selain itu para anggota i-shool juga bisa sms-an gratis ke semua anggota i-school di sekolah tersebut, bisa download gratis, dan masih banyak lagi keuntungan - keuntungan yang bisa di dapatkan setelah bergabung dengan i-school.
Selain keuntungan bagi para pelanggannya, yang terdiri dari para siswa, wali murid, serta staf guru dan karyawan, program kerja sama i-school ini juga memberikan keuntungan untuk sekolah itu sendiri, yaitu sebuah program sistem informasi sekolah yang berbasiskan WEB secara cuma - cuma bagi sekolah yang sudah bergabung dengan i-school.
Program sistem informasi sekolah yang berbasiskan WEB atau yang biasa disebut SINFOSIS ini sudah di rancang sesuai dengan kebutuhan sekolah yang memiliki label SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Beberapa fasilitas unggulan ada pada program SINFOSIS yang di berikan secara cuma - cuma dari Indosat tersebut antara lain, siswa bisa belajar dan up date materi pelajaran melalui menu E-Learning yang sudah tersedia, dan masih banyak lagi keuntungan - keuntungan yang bisa didapat oleh sekolah dan para siswa yang sudah tergabung dalam program i-school tersebut (a'am)
Kamis, 12 Februari 2009
Serunya IM3 School Community di SMK N 1 Tonjong
Tepatnya hari Jum'at Minggu lalu (16/03), pukul 9 – 11 WIB PIC of IM3 @ School Community Bumiayu Reps telah melakukan sosialisasi dengan mekanisme presentasi langsung ke seluruh siswa SMK N 1 Tonjong, dari kelas 1 sampai kelas 3 di gedung Praktikum Perbengkelan. Acara ini dihadiri oleh 500 orang yang terdiri dari siswa, guru, maupun karyawan sekolah.
Opening dilakukan secara langsung oleh guru bidang kesiswaan, dan disambut dengan hangat oleh peserta. Acara presentasi yang awalnya dijadwalkan berdurasi kurang lebih 45 menit ini ternyata berjalan melebihi waktu yang ditentukan yaitu 2 jam. Hal ini dikarenakan para siswa sangat antusias dalam mengikuti presentasi dan juga aktif dalam berbagi informasi dengan team Indosat.
Dalam acara yang cukup meriah ini, team of Bumiayu Reps berhasil merekrut sebanyak 508 anggota IM3 @ School Community, padahal jumlah siswa di SMK N 1 Tonjong dibawah 500. Hal ini membuktikan antusiasme yang tinggi dari para siswa SMK N 1 Tonjong untuk bisa bergabung sebagai IM3 @ School Community.
Kepala Sekolah SMK N 1 Tonjong berharap sekali kerjasama seperti ini akan terus berjalan dan tidak hanya sampai disini. Dan tentunya, tidak hanya berkonsentrasi pada program IM3 @ School Community, team of Bumiayu Reps juga memberikan bibit mangga ke seluruh komunitas sekolah yang kemudian diterima dengan baik oleh masing - masing sekolah sebagai salah satu program CSR Indosat yaitu Indosat Hijau (jowL)
Kamis, 05 Februari 2009
Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (3-Habis)
Cigunung, Sepi Desanya, Sepi Berita, Sepi Bantuan
Didampingi kakaknya yang tertelanjang dada, Usman, pemuda desa yang berparas sepertu Ustadz itu menemui Jumadi dan Artha, tim Indosat yang mencapai lokasi bencana sore itu. Di atas tanah bekas bangunan yang sudah rata dengan tanah karena tertimpa longsor pada bencana yang menimpa dusun mereka Selasa lalu, Usman bercerita tentang dusun tempat tinggalnya itu.
Berada di puncak bukit di salah satu Gunung Gajah, Brebes bagian selatan, desa tempat tinggalnya memang termasuk sepi. Dari kurang lebih 110 kepala keluarga, sebagian besar pemuda-pemudinya telah merantau ke 
Untuk mencapai kantor lurah saja, warga dusun ini harus menuruni bukit melewati jalann kecil yang berada di pinggir sungai yang namanya sama dengan nama desanya itu. Jika malam tiba dipastikan hanya cahaya bulan yang menjadi penerangannya.
Anak-anak dusun ini juga menempuh jalan yang sama untuk mencapai sekolah dasar yang terletak di pusat desa. Sebuah gambaran kesunyian yang terasa sampai relung hati.. Lukisan perjuangan yang menggugah jiwa.
Dan kesunyian semakin terasa ketika desa ini tertimpa bencana, sampai hari ketiga setelah kejadian, desa ini sepi dari pemberitaan. Memang banyak berita yang mengisi media lokal tentang terjadinya bencana di salah pinggiran wilayah Kabupaten Brebes yang terkenal dengan hasil bumi dan telur asin ini, namun hampir tidak ada yang mengulas kondisi desa ini. Dan sepinya berita menjadikan warga desa ini harus bersabar karena sepinya bantuan yang datang.
Hingga datang bantuan dari 2 buah parpol yang datang, bahkan salah satunya mengerahkan puluhan anggotanya untuk membantu mengangkat puing-puing rumah yang hancur dan membawa bantuan logistik. Disusul kemudian Indosat dan PKPU yang langsung menuju ke lokasi bencana meskipun harus menempuh jalan panjang yang berliku.
Kita berharap setelah ini pemerintah daerah setempat, para dermawan dan kita semua memberikan perhatian yang lebih kepada warga yang tertimpa bencana.
Selain Cigunung, masih ada desa Telaga yang bahkan sebagian besar warganya mengungsi dan kehilangan rumah, masih ada desa Pawenangan dan desa-desa lain yang membutuhkan uluran tangan kita semua. (js)
Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling
Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (2)
Mendaki Gunung dengan Trail, Berulang Kali Terguling
Untuk menjangkau sampai ke lokasi bencana di dusun Cigunung, desa banjarsari, Bantarkawung, Kabupaten Brebes, tim Indosat yang berangkat dari Tegal menempuh jarak total 100 km dengan waktu tempuh lebih dari 4 jam. Satu jam diantaranya harus ditempuh dengan mendaki menggunakan motor trail.
Berangkat bersama dari Tegal menempuh jalan darat kemudian transit di Bumiayu untuk belanja logistik. Di pasar Bumiayu, tim Indosat-PKPU yang dikomandoi Jumadi, Dept. Head Marketing Communication Indosat Cabang Tegal, membeli logistik untuk disumbangkan kepada korban bencana.
Selama 1 jam lebih harus berpindah dari toko ke toko untuk membeli barang kebutuhan. Didampingi Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi pemandu untuk mencapai lokasi. Supri, panggilan lelaki sederhana tersebut turun dari desanya untuk menjemput tim relawan di Bumiayu.
Setelah mendapatkan logistik yang dibutuhkan, bahan makanan dan peralatan yang berupa beras sebanyak 5 kwintal, minyak sayur, kecap, senter dan perlengkapan lain itu dimuat dalam sebuah mobil angkutan
Dari desa Banjarsari, mobil tidak bisa menjangkau lokasi. Logistik dibawa menggunakan motor trail yang disewa dari beberapa pemuda di desa sekitar. Jumadi dan tim menempuh jarak kurang lebih 5 km dengan ketinggian 600 meter dpl. Melewati jalan sempit licin dan berbatu terjal, mendaki tebing curam, menyeberang sungai dan berkali-kali harus turun dari motor dan mendorong motor agar bisa menanjak.
Belum cukup perjuangan tim Indosat-PKPU menuju Cigunung. Berulang kali motor terpeleset, terguling dan harus memanggul logistik menuju jalan yang sedikit mendatar. Gerimis hujan menambah sulitnya menempuh jarak meunju lokasi.
Setelah berjibaku dengan lumpur hampir satu jam lamanya, tim mencapai dusun Cigunung. Daerah lereng bukit di sisi Gunung Gajah itu dihuni oleh sekitar 110 kk. Beberapa rumah yampak rata dengan tanah. Puluhan lainnya retak-retak dan beberapa lagi tertimbun tanah di bagian belakang rumahnya.
Setelah menyerahkan bantuan kepada warga, menyampaikan empati dan berbincang-bincang dengan warga beberapa saat, tim Indosat tidak bisa berlama-lama di lokasi. Waktu yang sudah hampir gelap, kabut yang mulai menyelimuti desa, memaksa Jumadi dan tim untuk turun kembali ke Banjarsari. Seperti saat berangkat, ketika turun juga mengalami hal yang sama. Beberapa kali motor yang dinaiki Jumadi dna Artha tergelincir dan memaksa mereka haru berkubang dengan lumpur.
Sebuah perjuangan hanya untuk menunjukkan sebuah kepedulian. Sebuah semngat yang sudah mulai memudar dan patut untuk dipupuk kembali dari sekarang. Indosat kembali menujukkan kepedulian, semangat untuk berbagi. (js)
Dari lokasi bencana tanah longsor di Bantarkawung, Brebes (1)
Indosat bersama PKPU serahkan bantuan pangan langsung ke lokasi
Begitu membaca berita terjadinyabencana tanah longsor di kecamatan Bantarkawung, tim Indosat peduli meluncur ke lokasi bencana membawa bantuan yang dikumpulkan dari karyawan-karyawati Indosat. Bersama tim Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) yang juga membawa bantuan logistik dari beberapa pihak, tim Indosat langsung menyerahkan ke lokasi bencana. Laporan dari lokasi akan ditulis dalam beberapa tulisan.
Hari Selasa dini hari adalah hari yang membawa duka bagi warga dusun Cigunung, desa Banjarsari, kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Bencana tanah longsor yang menimpa dusun itu membuat keluarga Muhidin (50) yang rumahnya hancur rata dengan tanah. Begitu pula yang menimpa 5 rumah lain di dusun itu. Masih ada puluhan rumah lainnya yang retak-retak. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudara-saudaranya yang lokasinya ada di bawahnya.
Dusun Cigunung hanya salah satu lokasi dari 7 lokasi bencana tanah longsor yang menimpa kecamatan Bantarkawung. Masih ada 6 lokasi lain yang sama. Total di kecamatan ini, ada lebih dari 20 rumah rata dengan tanah dan ratusan lainnya rusak parah. Bahkan di desa Telaga hampir seluruh warganya mengungsi. Menurut camat setempat seperti yang direlease media, ada 1.072 warga yang mengungsi.
Tim Indosat dipimpin oleh Dept. Head Marketing Communication, Jumadi bersama Head of Bumiayu Reps, Aris Sulistyawan dan Manager PKPU Tegal, Yusuf Sutanto didampingi beberapa staf Indosat dan PKPU membawa bantuan logistik yang terdiri dari 5 kwintal beras, minyak sayur, kecap, sabun, senter dan peralatan lain yang dibutuhkan warga setempat. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai 5 juta rupiah.
Lokasi bencana, dusun Cigunung sendiri terletak kurang lebih 90 km dari pusat Kabupaten Brebes ke arah selatan, atau kalau dari Bumiayu kuranglebih 30 km. Namun jarak tempuh cukup lama mengingat daerah yang berada di pegunungan. Kendaraan hanya bisa sampai ke desa Banjarsari. Untuk menuju ke Cigunung harus ditempuh dengan jalan kaki atau naik motor jenis trail. Membutuhkan waktu 1,5 jam dari Bumiayu untuk mencapai lokasi bencana.
Bencana tanah longsor ini sendiri terjadi pada hari Selasa (3/2) pagi hari. Meskipun kerusakan yang menimpa warga cukup parah, namun belum banyak bantuan yang diterima warga. Mungkin disebabkan lokasi bencana yang sangat jauh. Dari keterangan warga yang ditemui Jumadi, bantuan yang datang baru dari Indosat - pkpu dan 2 parpol yang hari itu juga datang ke lokasi.
Lurah Banjarsari, AZ Muttaqin menyatakan sangat berterima kasih kepada Indosat dan PKPU yang telah memberikan bantuan yang sangat berharga untuk warganya yang tertimpa musibah.
“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tulus, semoga amal dari bapak-bapak dan para dermawan mendapat ganti yang lebih baik. Kami sangat terbantu dengan apa yang bapa-bapak berikan kepada kami.” Ungkap Lurah yang tidak tampak lelah meskipun harus mengurusi warganya yang tertimpa bencana.
Supriyono, salah satu warga Cigunung yang menjadi penunjuk jalan, bahkan rela menjemput rombongan ke Bumiayu dan membawa logistik ke lokasi bencana, juga menampakkan wajah berseri ketika menerima bantuan yang harus dibawa dengan angkot dari Bumiayu ke Banjarsari.
Dalam releasenya, Jumadi atas nama manajemen Indosat menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
Sedangkan Yusuf Sutanto menyatakan bahwa PKPU selalu berusaha menyampaikan amanah yang ditipkan oleh para muzakki dan dermawan yang menitipkan kepada lembaga yang dipimpinnya. Sesuai dengan program PKPU, salah satunya resque dan rehabilitasi.
Bersama-sama warga, tim Indosat dan PKPU membawa logistik menuju lokasi dengan membawa motor trail. Berkali-kali motor terjungkal karena jalan setapak yang dilalui sangat licin dan berbatu. Berulang kali karung berisi beras harus dipanggul untuk menaiki bukit lalu dibawa lagi dengan motor setelah jalannya bisa dilalui motor.
Meskipun harus bersusah payah, Indosat dan PKPU telah berusaha menunjukkan empati bagi sesama yang tertimpa bencana. Semoga yang sedikit mampu membangkitkan semangat peduli dan berbagi. (js)
Kamis, 29 Januari 2009
Indosat Bumiayu Rangkul Sekolah-sekolah dengan I-School

Mengambil tempat di SMA Negeri 1 Bumiayu yang telah memiliki fasilitas TIK cukup lengkap, pelatihan ini mengundang pembicara langsung dari Amikom selaku konsultan yang men-develop aplikasi I-School. Pelatihan ini dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2009 selama sehari mulai 08.00 sampai 17.00 sore. Para guru yang mewakili sekolah masing-masing diberi penjelasan sekaligus praktek penggunaan Aplikasi I-School, mulai dari admin, pengelolaan sampai pengembangan yang bisa dilakukan oleh sekolah.
Dalam sambutannya, Aris Sulistyawan selaku Head of Bumiayu Reps Office memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah menggunakan jasa Indosat dan menjalin kerjasama dalam pengembangan pendidikan di sekolah amsing-masing melalui program I-School ini. Beliau berharap kerjasama bisa dilanjutkan dan dikembangkan untuk hal-hal lain terkait dengan bisnis Indosat.

Tim Indosat Bumiayu tidak menyia-nyiakan even ini untuk melakukan hard-selling dengan membuka counter penjualan SP dan Voucher. SMA 1 Bumiayu termasuk salah satu sekolah yang telah terdaftar sebagai M3 Community dengan anggota lebih dari 700 siswa yang ter-register. Total keseluruhan siswa di sekolah ini mencapai 900 siswa.
Jadi kegiatan ini disampaing untuk memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah terutama dalam hal pemanfaatan Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan, sekaligus sebagai retensi bagi sekolah yang telah tergabung dalam komunitas Indosat.
(lapaoran langsung dari lokasi, by JS)